BUMI GONJANG GANJING
Ketika bumi gonjang ganjing , langit kelap kelap katon
Tanah rekah muncrat isi perut nya
Kubur belah berhamburan batangb jenazah meraung raung
Samudera asat , gunung luber lavanya bobol laharnya
Berpusar tidak pada porosnya
Khianat pada takdirnya
Melayang bak bulu ayam dikandang rusak
Oo oo dunia, kenapa kau ini
Tingkahmu seperti Drunken Master mabuk durian
Membuatku menjadi gabah ditampah mbok Giyem, ditampi
Mana anak, mana bini
Oo oo Matahari kemana kau selama ini
Empat puluh hari kau tak unjuk gigi
Tanpa pesan tanpa sambutan kau muncul dari negeri maghribi
Oo oo manusia jangan salah sangkamu
Ini adalah tugas Gusti Kang Murbeng Dumadi
Aku akan kibaskan seluruh diriku
Sehingga rontok seluruh amalmu
Tersibak seluruh aibmu
Dalam takaran yang sangat presisi
Siapa membiakkan angin akan menuai badai
Siapa menanam kasturi akan berbau wangi
Meski sebesar kelinci mini
Waktumu waktu tandas
Dalam hitungan yang sangat jelas
Dunia mu gebyar silau
Dalam kadar kemegahan yang wauw
Pertobatanmu kini barang lamisan
Saat algojo siap menarik pelatuk senapan
Ya Rabbi…….adakah jalan lari
Hamba tahu diri, hamba bukan ahli surga…..
Tetapi hamba tak kuat di neraka
Gimana dong …!
(Ahmad Istiqom , Diilhami surat Alzalzalah)
Baitul Hikmah Juli 2017