Mimbar-Rakyat.com (Greenwood, Indiana) – Tiga orang tewas tertembak dan dua terluka Minggu (17/7) malam waktu setempat (Senin WIB) di sebuah mal Indiana, setelah seorang pria dengan senapan melepaskan tembakan di sebuah food court dan seorang warga sipil bersenjata menembak dan membunuhnya.
Pihak polisi seperti diyatakan Kepala Departemen Kepolisian Greenwood Jim Ison, pria itu memasuki Greenwood Park Mall dengan senapan dan beberapa magasin amunisi dan mulai menembak di food court.
“Seorang pria berusia 22 tahun dari Kabupaten Bartholomew terdekat yang secara sah membawa senjata api di mal, menembak dan membunuh pria bersenjata itu,” kata Ison pada konferensi pers, seperti dikutip dari Arab News.
Empat dari mereka yang terkena tembakan adalah perempuan dan satu laki-laki, kata Ison. Dia tidak segera mengetahui jenis kelamin atau usia spesifik dari mereka yang terbunuh.
Dikatakan seorang gadis berusia 12 tahun termasuk di antara dua yang terluka, keduanya dalam kondisi stabil.
Polisi menyita tas ransel mencurigakan yang berada di kamar mandi dekat food court, kata Ison. Petugas mendatangi mal sekitar pukul 6 sore. Untuk menidaklanjuti laporan penembakan itu.
“Pahlawan sebenarnya hari ini adalah warga negara yang secara sah membawa senjata api di food court itu dan mampu menghentikan penembak segera setelah dia memulai,” kata Ison.
Penembakan membabi buta itu hal terbaru yang membuat orang Amerika ketakutan pada tahun 2022 ini. Sekolah, gereja, toko kelontong, dan parade 4 Juli di Highland Park, Illinois, semuanya menjadi tempat pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir.
Polisi Metropolitan Indianapolis dan beberapa lembaga lainnya membantu dalam penyelidikan. “Kami muak dengan jenis insiden seperti di negara kami ini,” kata Asisten Kepala Polisi Indianapolis Chris Bailey.
Tidak ada ancaman terhadap daerah itu Minggu malam, kata pihak berwenang.
Greenwood adalah pinggiran selatan Indianapolis dengan populasi sekitar 60.000. Walikota Mark Myers meminta “doa untuk para korban dan responden pertama kami.”
“Tragedi ini menghantam inti komunitas kami,” kata Myers dalam sebuah pernyataan.***(edy)