Thursday, April 03, 2025
Home > Berita > 350 Warga Mengungsi Akibar Banjir di Morowali, Dua Warga Tewas Akibat Longsor di Pemalang

350 Warga Mengungsi Akibar Banjir di Morowali, Dua Warga Tewas Akibat Longsor di Pemalang

Banjir melanda wilayah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (27/6).(Foto: BPBD Kabupaten Morowali)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Banjir melanda wilayah Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (27/6). BPBD Kabupaten Morowali melaporkan, peristiwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi hingga membuat pemukiman warga tergenang.

Banjir dengan tinggi muka air 10-30 sentimeter terjadi di Desa Fatufia dan Desa Bahomakmur di Kecamatan Bahodopi. Sedikitnya 500 KK terdampak dan memaksa 350 jiwa mengungsi. Para warga mengungsi ke rumah kerabat maupun saudara yang tidak terdampak. Demikian dilaporkan website BNPB, bnpb.go.id.

Upaya penanganan darurat dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan berbagai lintas instansi terkait. Pendataan dan monitoring juga dilakukan petugas untuk mendapatkan informasi terkini dari lapangan.

Banjir sudah surut sekitar pukul 23.00 WITA. Para warga yang semula mengungsi, kini sudah kembali ke rumah untuk membersihkan material yang terbawa saat terjadi banjir.

Dua Tewas di Pemalang

Tanah longsor yang melanda Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (26/6), pukul 14.00 WIB mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dua warga  meninggal dan satu luka-luka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mencatat satu warganya yang luka-luka masih dalam perawatan di rumah sakit. Petugas BPBD Senin (27/6) bersama warga melakukan pembersihan material longsor di sekitar wilayah yang paling terdampak. Di samping itu, mereka juga mendata secara lebih detail terkait dampak tanah longsor.

Satu pos dapur umum dioperasikan untuk membantu petugas dan warga yang membantu pembersihan material longsor. Pos yang dijalankan secara swadaya ini berada di RT 11/02 Desa Plakaran.

Tercatat sebanyak 21 KK atau 58 jiwa warga Desa Plakaran terdampak tanah longsor. BPBD juga mengidentifikasi 21 rumah terdampak, rumah rusak berat dan rusak ringan masing-masing 1 unit. Pascalongsor, sebanyak 20 KK mengungsi sementara waktu di rumah saudara terdekat.

Laporan BPBD menyebutkan tanah longor terjadi setelah hujan lebat yang disertai faktor struktur tanah labil mengguyur kawasan desa.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru