Wednesday, April 02, 2025
Home > Berita > Angin Puting Beliung Mengamuk di Serdang Bedagai, Seorang Warga Tewas Tertimpa Pohon dan 207 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Mengamuk di Serdang Bedagai, Seorang Warga Tewas Tertimpa Pohon dan 207 Rumah Rusak

Kondisi rumah yang rusak di bagian atap akibat diterjang angin puting beliung di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (27/7). (Foto : BPBD Serdang Bedagai)

Mimbar-Rakyat.com (Serdang Bedagai) – Seorang warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tewas tertimpa pohon roboh akibat diterjang angin puting beliung, Rabu (27/7). Peristiwa itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada pukul 17.30 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Serdang Bedagai hingga Jumat (29/7) pada sore hingga malam hari.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Begadai yang dilaporkan kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sebanyak 207 rumah di tiga desa mengalami kerusakan. Adapun rinciannya sebanyak 141 rumah di Desa Suka Damai, kemudian 62 rumah di Desa Bakaran dan 4 rumah di Desa Sei Belutu.

Menurut website bnpb.go.id, dari laporan visual, kerusakan rumah itu rata-rata di bagian atap karena diterjang angin puting beliung. Ada beberapa rumah yang atapnya terbawa angin dan jatuh ke tanah.

Sebagai upaya penanganan darurat bencana, tim BPBD Serdang Bedagai telah turun ke lokasi terdampak guna asesmen, memantau keadaan pascabencana dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat serta instansi terkait.

BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Diminnta giatka pemangkasan cabang dan ranting pohon atau lakukan secara berkala. Kabel listrik maupun telekomunikasi agar dikelola dengan baik. Masyarakat diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon maupun baliho saat terjadi hujan. Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru