Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terlibat perang adu mulut dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Hal ini terjadi dua Minggu menjelang proses pendaftaran pasangan calon (Paslon) presiden dan wakil presiden dibuka di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Perseteruan berawal dari pernyataan Yaqut yang meminta masyarakat supaya tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai kepentingan politik. Terang-terangan, Yaqut yang juga kader PKB ini menyinggung soal penggunaan agama dalam ranah politik seperti yang terjadi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017.
Diketahui, dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 yang berkontestasi salah satunya adalah Anies Baswedan, yang kini bakal calon presiden (capres) yang didukung PKB.
Yaqut menyampaikan ajakan memilih pemimpin itu saat menghadiri acara doa bersama Wahana Nagara Rahaja di Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah pada 29 September 2023.
Dia meminta umat Buddha agar melihat rekam jejak capres pada Pilpres 2024. Utamanya, agar jangan memilih pemimpin secara asal-asalan.
“Kita masih ingat, kita punya sejarah yang tidak baik atas politik penggunaan agama dalam politik, kita punya sejarah tidak baik beberapa waktu yang lalu ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta, kemudian dua pilpres terakhir, agama masih terlihat digunakan sebagai alat untuk mencapai kepentingan kekuasaan,” kata Yaqut saat itu.
Mendengar pernyataan Yaqut, PKB seakan naik pitam. Melalui Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, partai mengancam akan mendisiplinkan Yaqut sebagai kader PKB.
“Sebagai kader PKB, kami tentu sudah menyiapkan langkah-langkah pendisiplinan. Jadi publik tentu akan memberikan penilaian juga,” kata Jazilul Fawaid, dikutip dari Tribunnews.com pada 1 Oktober 2023.
Menurutnya, sejatinya pernyataan yang demikian tidak terlontar dari mulut seorang pejabat negara seperti Yaqut. Baca juga: PKB Ingin Disiplinkan Menag Gara-gara Ucapannya, Gus Yaqut: Ya Monggo Sebab, Jazilul mengatakan, pernyataan itu berpotensi membawa dampak perpecahan pada keharmonisan bangsa Indonesia selama ini.
“Jangan membuat publik ini berspekulasi dan bingung dan menggiring opini yang nggak perlu. Saya pikir itu,” kata Jazilul. Dampak ke pasangan Anies-Cak Imin.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah berpandangan, konflik antara Yaqut dan PKB sebatas masalah personal, yakni antara Yaqut dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (ds/sumber Kompas.com)