Kerinduan meraba sepanjang waktu
Satu-satu gambaran kisah lalu
menari-nari di pelupuk mata
Tak lekang ditelan masa
Terbayang tatap dan belaimu
Teringat tawa dan candamu
Menggelitik irama dalam dada
Berdegub-degub lama berguncang
Aku cemas dengan kerinduanku
Ah, pertemuan ini begitu cepat berlalu
Kerinduan meraba sepanjang waktu
Sumur di mata mengering
Sesunguk di malam hari terlena
Sedu-sedan tanpa suara
Tangis tak terisak
Senyum tak merekah
Bicara tak bersuara
Karena cintaku terenggut
Ya Allah, begitu sementara ikatan kami
Ya Robb, kasi aku kekuatan
Ya Khaliq, pertemukan aku dengannya
Kerinduan meraba sepanjang waktu
Seolah tak sabar menunggu
Hari demi hari berlalu
Sayangku,
nantikan aku di mahligaimu
Aku kan datang
Walau tak tahu
Kapan kan tiba waktuku.
oOo
(ditulis dalam perjalanan kereta api ke diy,
puisi ini tentang seorang ibu yang sudah tinggal sendiri)
Jkt. 15 Oktober 2021