Mimbar-Rakat.com (Jakarta) – Demonstrasi buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta diwarnai kericuhan dengan aparat keamanan, Selasa (21/11).
Unjuk rasa ini digelar massa buruh dari berbagai elemen sejak pukul 12.00 WIB. Tuntutan mereka masih sama seperti kemarin, yakni kenaikan upah minimum provinsi (UMP) menjadi Rp5,6 juta per bulan.
Sebelum kericuhan, massa awalnya membakar ranting-ranting pohon di depan gerbang Balai Kota.
Sebagian massa yang tidak puas kemudian melakukan vandalisme dengan membongkar pagar sebelah kiri gerbang Balai Kota. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.18 WIB.
Setelah berhasil mencopot pagar, massa kemudian berjalan sambil membawa pagar tersebut ke tengah jalan Medan Merdeka Selatan.
Kemudian, massa juga mencoba membongkar pagar gerbang lain di Balai Kota. Aksi ini berubah menjadi kericuhan setelah diduga ada provokator yang memprovokasi massa.
Aparat dari Polres Jakarta Pusat yang mengawal demonstrasi langsung turun mengamankan situasi. Terjadi saling dorong antara aparat dan massa buruh.
Situasi relatif terkendali meski terjadi kericuhan. Saat ini polisi berusaha mengamankan sejumlah buruh yang duduk di tengah jalan.
(ds/sumber CNNIndonesia.com)