Thursday, April 03, 2025
Home > Headline > Inmemoriam – Didi Petet Rajin Bagi Ilmu dan Pengalaman

Inmemoriam – Didi Petet Rajin Bagi Ilmu dan Pengalaman

Didi Petet

Didi Petet (liputan6.com)

Didi Petet
Didi Petet (showbiz.liputan6)

Akting bagi ayah enam ini tak hanya sekadar sebagai penopang hidup melainkan juga merupakan sekolah kehidupan.

“Hidup ini kan sandiwara, kita memainkan peran dalam kehidupan ini. Kalau kita tidak belajar akting, kita tidak pernah mengerti tentang kaidah-kaidah kehidupan, sampai dimana kita over-acting, under acting, kemudian bagaimana berhubungan dengan orang lain. Itu saja sudah pelajaran hidup tersendiri,” katanya.

Jadi akting itu sebenarnya bukan hanya untuk orang-orang yang mau jadi aktor tapi memahami diri sendiri, untuk bisa mengembangkan diri sendiri. Ini yang saya jalankan.” kata Didi dalam tokohindonesia.com.

Menurut Didi, belakangan ini, tema film dan sinetron jauh lebih variatif dibanding zaman dulu. Misalnya dari segi ceritanya, banyak sekali yang diangkat dari novel seperti film Laskar Pelangi yang diadaptasi dari novel dengan judul sama karangan Andrea Hirata.

“Seiring dengan kian berkembangnya metode penulisan, film Indonesia pun ikut berkembang. Terlebih saat ini teknologi sudah semakin canggih, orang pun menjadi semakin mudah membuat film. Kini yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mendatangkan penonton,” katanya.

Ketika ditanya soal peran film saat ini dalam membentuk karakter bangsa, Didi menilai penonton Indonesia saat ini sudah lebih aktif dan kritis dalam memilah tontonan. Tinggal sekarang yang memegang peran adalah bagaimana pendidikan yang diterapkan dalam keluarga.

Didi juga menambahkan, para pemimpinlah yang seharusnya menjadi teladan dan contoh baik bagi masyarakat.

Ia pernah menyatakan amat prihatin dengan kian tidak pedulinya para pemimpin terhadap kondisi rakyat yang kian hari kian memprihatinkan. Mereka sibuk memperkaya diri sendiri sehingga tidak ada yang bisa dicontoh,

Didi berpendapat, bukan hanya film yang bisa membentuk karakter bangsa namun juga pemerintah. “Sedangkan film hanya memberikan sedikit pengaruh, karena film bersifat fiktif dan lebih berfungsi sebagai hiburan semata, selain tentu saja ada unsur pendidikannya,” kata tokoh dalam lakon Preman Pensiun ini. (dari berbagai sumber/arl)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru