Mimbar-Rakyat.om (Jakarta) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, peluncuran layanan kereta langsung Jakarta-Semarang, Jawa Tengah tanpa transit merupakan upaya untuk memberikan solusi transportasi yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Erick saat melakukan uji coba perjalanan kereta langsung dari Stasiun Gambir, Jakarta menuju Stasiun Semarang Tawang, Senin malam.
Turut bersamanya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo, dan Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
“Kami mencoba memberikan solusi pelayanan kepada masyarakat bahwa ada terobosan kereta yang jalurnya bisa langsung ke Semarang,” ujar Erick dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Perjalanan ini dilakukan untuk mengevaluasi terobosan terbaru di sektor transportasi darat.
Menurut Menteri, lansir antaranews, inovasi ini telah menarik perhatian publik, yang dibuktikan dengan tingginya permintaan tiket kereta langsung.
“Kita harapkan juga Pak Raffi dan para influencer yang ikut dalam perjalanan kereta bisa mempromosikan, karena ini ternyata menarik animo masyarakat yang mana tiket untuk kereta langsung sudah habis terjual,” kata Erick.
Ia menilai keberangkatan kereta langsung pada pukul 23.00 WIB merupakan pilihan strategis karena memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin bepergian.
Selain itu, Erick menyoroti peningkatan fasilitas di stasiun, seperti ruang shower, locker room, hingga beragam pilihan makanan dan apotek yang kini tersedia di Stasiun Gambir.
Ia mengatakan, uji coba ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor transportasi.
“Mudah-mudahan ini juga menjadi peningkatan pelayanan Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo yang memastikan kita terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang telah terjalin antara Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, dan PT KAI. (an / him)