MIMBAR-RAKYAT.Com (Serang) – Pasangan nomor urut satu Wahidin Halim-Andika Hazrumy berhasil mengungguli lawannya Rano Karno-Embay Mulya Syarief dalam perolehan suara versi perhitungan cepat di Pilgub Banten 2017.
Direktur LSI Network Sunarto Ciptohardjono mengatakan, berdasarkan hasil survei, pasangan nomor urut satu Wahidin Halim-Andika Hazrumy mendapatkan perolehan suara 50,53 persen. Sedangkan pasangan petahan Rano Karno-Embay Mulya Syarief memperoleh 49,47 persen suara atau hanya terpaut 1,06 persen suara.
“Secara statistic belum bisa disimpulkan pasangan mana yang menang. karena selisihnya masih dalam batas margin error, yakni 1%. Jadi kita harus bersabar, pengumuman akhir harus menunggu dari KPUD Banten,” ujar Sunarto kepada wartawan, Rabu (15/2).
Sunarto menjelaskan, kesimpulan tersebut diambil setelah data hitung cepat masuk 100 persen pada pukul 16.20. Hitung cepat ini sendiri menggunakan metode multistage random sampling dengan margin eror ±1 persen dengan tingkat kepercayaan 99 persen.
Sampel yang digunakan dalam proses hitung cepat ini sebanyak 240 TPS yang diambil secara acak dari total 16.540 TPS se-Provinsi Banten yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten/kota.
“Sedangkan jumlah pemilih di Banten (DPT) sebanyak 7.734.485,” katanya.
Dia menjelaskan, jika dilihat dari sebaran pemilih, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang diusung oleh 7 partai politik unggul di wilayah Kota Tangerang, namun kalah di wilayah lain.
Sedangkan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief yang hanya diusung oleh 3 partai politik unggul di wilayah Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
“Wilayah Tangerang raya merupakan battle ground dari pertarungan pilgub ini. Sebab, wilayah ini jumlah pemilihnya mencapai 52 persen dari total pemilih di Banten,” tuturnya.
Sunarto mengatakan, hasil hitung cepat juga mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi memilih masyarakat Banten meningkat. Sebab, partisipasi kali ini sebesar 61,79 persen, yang artinya angka golput kali ini ada di kisaran 38,21 persen atau turun dari pilkada sebelumnya yang mencapai 40 persen.
“Golput itu macam-macam, ada yang tidak terdafta, tekhnis, administrasi, atau juga secara politis. Artinya ada yang tidak punya pilihan,” ucapnya. (joh)