Mimbar-Rakyat.com (Surabaya) – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief meminta jemaah haji dan petugas mewaspadai cuaca panas ekstrem yang akan melanda Makkah dan Madinah.
Hilman juga meminta petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan memberikan pembekalan khusus untuk petugas dan jemaah terkait mengatasi serangan panas yang kemungkinan akan terjadi di Arab Saudi, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.
“Misalnya seperti suhu panas ekstrim di Makkah yang dapat mencapai 42 derajat celcius dan Madinah saat malam dengan suhu 44 derajat celcius. Saya berharap Kemenkes akan memberikan pembekalan khusus untuk petugas dan jemaah terkait mengatasi serangan panas yang kemungkinan akan terjadi di Arab Saudi,” kata Hilman menghadiri Pelantikan dan Pengukuhkan 23 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Surabaya pada Rabu (25/5/2022) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, seperti dikutip dari haji.kemenag.go.id.
Hilman menjelaskan, dalam melakukan koordinasi antar petugas dibutuhkan komitmen dan tujuan yang diraih, yaitu melayani jemaah. Dengan menjalin komunikasi dan rasa kekeluargaan yang kuat antar kementerian dan lembaga, diharapkan pelayanan jemaah akan selalu optimal dan prima.
“Karena jika nanti ada masalah diluar mitigasi yang kita perkiraan, kita semua dapat saling memberpaiki dan berinovasi ke arah improvisasi solusi terbaik,” jelasnya.
Hilman berharap, petugas yang dilantik ini merupakan yang terbaik sehingga penyelenggaraan haji tahun ini bisa sukses, sehat, dan mabrur.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik dan mengukuhkan 23 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Surabaya pada Rabu (25/5/2022) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.***(edy)