Monday, March 31, 2025
Home > Cerita > Kemarahan Pelacur Tua, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Kemarahan Pelacur Tua, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

saya pelacur, apa pedulimu

demikian WhatsApp mu padaku

lalu kau kembali menghadang

membelalakkan mata, menantang

bukan urusanmu jika aku melacur

itu katamu berulang, garang

tantangmu membusungkan dada

aku bebas tidur dengan siapapun

begitu kau berucap berulang

 

tak peduli, aku menghindar

tapi kau terus coba menghadang

hanya karena melihat tak sengaja

kau menggoda seorang lelaki

bergelayut ketika berfoto berdua

juga ketika dia menyelinap

melepas birahinya di kamar

atau saat kau datang merayu

seperti kerap kau lakukan

ketika memburu para korban

 

kau memang pelacur

tanpa diberitahu aku mahfum

kau tak perlu marah, meradang

karena aku tak mempan kau rayu

tak mempan jeratmu, pendosa

 

atas nama perjalanan tugas

kau memanfaatkan untuk menjerat

membentangkan jaring jebakan

bagi laki-laki yang lemah iman

kemudian takluk dan menyelinap

atau mampir di penginapan murahan

 

wajah tuamu membuatku kasihan

keriput di sekujur tubuhmu jelas

makin membuatku tak sampai hati

tapi kau tak menyadari semua itu

bahkan coba menutupi beragam

memanfaatkan makeup hingga dukun

namun semua telah berlalu

kau hanya menjerat pria rendahan

hingga membuat kau makin kalap

terus berusaha mengendalikan korban

agar tak berpaling pada yang lain

 

hai wanita yang mengaku pelacur

kembalilah ke jalan yang benar

hentikan petualangan mu segera

minta ampun lah kepada Tuhan

sebelum kau mati sia-sia

sebelum terlanjur disiksa azab

 

pelacur tua yang malang

ingat masamu tak akan lama

jangan biarkan jasadmu membusuk

hancur sebelum saatnya tiba

bergelimang dosa penuh hina

tergolek tak berdaya, terbuang

di tengah penyesalan panjang

saat semua korbanmu menghilang

tanpa menyisakan rasa kasihan

 

hai wanita yang sok terhormat

yang sesungguhnya wanita jalang

kelelahanmu pertanda ketuaan

hentikan memporsir diri

menjual tubuhmu demi uang

bersihkan diri dan jiwamu

selagi peluang masih ada

saat kesempatan masih terbuka

aku hanya bisa bantu dengan doa

 

pelacur tua, kemarahanmu sia-sia

kemarahan pelacur tua nan hina

minta ampun lah kepadaNya

ketika kesempatan masih tersisa

aku berdoa semoga kau sadar

segera berhenti berbuat dosa

 

peringatan telah berkali datang

bahkan pernah ketangkap basah

sampai pada penyakit berbahaya

jangan biarkan iblis berkuasa

mengendalikan dirimu dalam dosa

minta ampunlah kepadaNya

 

***bsoeta21102018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru