Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Warga Desa Panjalor dihebohkan dengan penemuan mayat bayi di daerah aliran sungai Ciporang, Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kunigan, Jawa Barat, diduga bayi itu berumur tiga hari.
Mayat bayi pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Wawan, Senin,saat itu melihat kondisi jenazah yang sudah terapung, terbawa arus sungai.
Kepala Desa Pajawanlor, Yaser Munawar membenarkan adanya penemuan mayat bayi dan bersamaan dengan itu ada biawak yang sedang memakan kaki bayi.
“Mayat itu dikira bangkai lagi dimakan sama biawak. Saat dilihat warga yang sedang dimakan kakinya dan badannya terbawa aliran sungai dan dikejar. Kemudian diambil dan benar itu mayat bayi,” tambah Yaser.
Ia menduga mayat bayi tersebut sengaja dibuang ke sungai oleh orangtua saat baru lahir, karena terlihat masih ada tali pusar ketika ditemukan.
“Setelah melihat kondisi jenazah bayi yang sudah membusuk Adi bersama warga lainnya mengangkat mayat bayi dengan keadaan kondisi kulit mulai mengelupas, dari aliran Sungai Ciporang ke daratan dan kemudian dimasukan kedalam karung,” ujarnya.
Beberapa saat kemudian, perangkat desa Pajawanlor menghubungi Polsek Ciawigebang dan selanjutnya jenazah bayi itu dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Ciawigebang Yayat Hidayat mengatakan, saat ini mayat bayi tersebut sudah dibawa ke RSUD 45 Kuningan dan dari hasil pemeriksaan mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki. (dien/arl)