MIMBAR-RAKYAT.com (Makassar) – Sesuai dengan poin ketiga Nawacita, salah satu cita-cita Presiden Joko Widodo adalah membangun Indonesia dari wilayah terluar dan pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, sehingga ini menjadi fokus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo.
Disampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Makassar, Sabtu, Indonesia tahun ini telah menjadi salah satu negara dengan GDP di atas US$1 triliun.
Pencapaian ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi nomor 15 terbesar di dunia. Bahkan, banyak analis memperkirakan, Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor 4-8 di dunia pada 2030.
Namun, hal ini tidak bisa tercapai jika berbagai masalah sosial yang ada tidak diatasi, karena akan sulit membangun negara di atas ketimpangan-ketimpangan yang ada.
Menteri Eko mengatakan, masih ada 40% dari desa di Indonesia masuk dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal.
Sekitar 27 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dan 27% dari anak balita berpotensi kekurangan gizi, yang memengaruhi bukan hanya fisik mereka tapi juga kemampuan mereka untuk bisa sekolah lebih dari kelas 6 SD. Ini berarti dalam 40 tahun ke depan, masih ada angkatan kerja yang tidak mampu mencari kerja karena keterbatasan mereka.
“Semua ini adalah tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah Indonesia. Karena itu saya bersyukur dan berterima kasih kepada Astra yang selama 60 tahun ini ikut peduli dan berpartisipasi untuk mengentaskan kemiskinan di desa dan pelosok Indonesia melalui program CSR.”
“Saya juga ingin mengajak Astra untuk bukan hanya memberikan CSR, tapi mungkin dapat bekerjasama mencari model bisnis yang dapat menguntungkan masyarakat kecil di desa-desa, sehingga desa semakin berkembang dan pada saat yang sama juga mendorong Astra semakin berkembang,” tutur Menteri Eko.
Festival Kesehatan
Menteri Eko didampingi Direktur PT Astra International Tbk Widya Wiryawan pada pagi ini sekaligus membuka Festival Kesehatan yang diadakan PT Astra International Tbk dalam rangka rangkaian roadshow 60 Tahun Astra.
Festival Kesehatan yang dimeriahkan dengan Talkshow Kesehatan ini menghadirkan pembicara Founder Volunteer Doctors sekaligus Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kesehatan dr. Dani Ferdian, Ketua bidang Kualitas Keluarga OASE KK dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes.
Selain mengadakan talkshow yang dihadiri oleh lebih dari 400 tamu undangan, Astra juga menandatangani MoU Program Corporate Social Responsibility dalam Pengembangan Desa dan Daerah Tertinggal. Penandatanganan dilakukan antara Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi dengan Head of Environment and Social Responsibility Division PT Astra International Tbk Riza Deliansyah.
Selain itu, Astra juga menyerahkan donasi berupa 1.500 pasang sepatu untuk Kabupaten Buru Selatan, 2.000 pasang sepatu kacamatan untuk Kabupaten Maluku Tenggara dan Barat serta 2.000 pasang sepatu dan 800 tas untuk Kabupaten Jeneponto.
Dengan adanya donasi ini, sampai dengan tahun 2017, Astra telah mendonasikan total 4.039 tas dan 14.200 pasang sepatu dalam program Generaksi Cerdas Indonesia serta 17.535 pasang kacamata dalam Generaksi Sehat Indonesia.
Resmikan Lorong Sehat & Hijau KBA Rappocini
Bersamaan dengan dilaksanakannya Talkshow Kesehatan di Hotel Rinra, Walikota Makassar Ramadhan Pomanto dan Chief of Corporate Finance & Accounting PT Astra International
Tbk Endro Wahyono juga meresmikan Lorong Sehat dan Lorong Hijau di Kampung Berseri Astra (KBA) Rappocini, Makassar, melalui penandatanganan prasasti.
“Ini merupakan momentum yang luar biasa. Kami bermimpi banyak perusahaan-perusahaan besar mendukung program pemerintah. Masuknya Astra melalui KBA ini mendukung gerakan lorong ini, karena ini merupakan cara kami dalam membangun kota. Hal itu juga sejalan dengan Nawacita. Melalui lorong, kami mengembangkan suatu kota karena sel-sel di dalam lorong inilah yang dapat menjadi indikator kemajuan kota itu sehat atau mati,” tutur Walikota Ramadhan Pomanto.
KBA Rappocini yang telah dibina Astra sejak tahun 2016 merupakan salah satu dari 67 KBA yang saat ini berada di 30 provinsi di seluruh Indonesia.
KBA merupakan daerah percontohan dan binaan yang memiliki lingkungan bersih, hijau serta dihuni masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif. KBA yang ditargetkan akan dimiliki oleh seluruh 34 provinsi di Indonesia diharapkan dapat mencerminkan empat pilar CSR Astra, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan.
Peresmian Lorong Sehat dan Lorong Hijau juga diramaikan dengan berbagai perlombaan seperti Lomba Hias Olahan Sehat khas Makassar (Songkolo Bagadang) dan Lomba Permainan Tradisional Sehat. Pengunjung yang ditargetkan mencapai 750 orang juga dapat menikmati bazaar UKM Sehat dan layanan pengobatan serta pemeriksaan mata gratis.
Selain talkshow mengenai kesehatan, Festival Kesehatan juga diisi dengan talkshow Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL). Talkshow IAABL ini diisi oleh Pebalap Nasional Rally Marina, Dirlantas Polda Sulsel Agus Wijayanto dan Chief Operating Officer Astra Motor Octavianus Dwi. (sp/arl)