MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Pergerakan arus mudik diperkirakan mencapai puncak beberapa hari lagi. Warga Jabodetabek yang akan mudik ke arah Jawa Tengah diminta waspada dan memperhatikan daerah berpotensi menjadi titik kemacetan.
“Meski tidak separah tahun sebelumnya beberapa daerah diprediksi tetap akan menjadi titik kemacetan pada puncak arus mudik,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Ari Setiadi, kemarin.
Jika tahun lalu kemacetan sangat parah terjadi, setelah pintu keluar Tol Brebes Timur alias Brexit. Tahun ini diperkirakan tahun ini akan menyebar, meski tidak terlalu panjang. Pemudik menuju Jawa Tengah tidak lagi terkonsentrasi ke luar lewat Brebes, melainkan menyebar di sejumlah pintu keluar hingga Weleri.
Sejumlah pintu keluar yang akan menuju sejumlah kota di Pantura perlu diwaspadai seperti pintu keluar menuju Brebes, Tegal, Pekalongan, dan Batang. Pemudik diharapkan lebih berhati-hati melintasi jalur ini, mengingat fasilitas yang tersedia masih sangat minim.
Sebetulnya dengan berfungsinya tol dari Brebes Timur sampai Weleri, pemudik sudah melewati beberapa kota yang selama ini menjadi simpul kemacetan seperti Brebes, Tegal, Pekalongan dan Batang termasuk beberapa perlintasan sebidang kereta api.
Jalan tol yang difungsikan secara darurat dari Brebes Timur-Weleri kondisinya masih menggunakan perkerasan beton tipis (lean concrete). Jalan ini hanya bisa dilalui dengan kecepatan 40-60 Km/jam.
Sepanjang ruas tol tersebut akan ada 8 pintu keluar tol (exit tol) sementara, seperti Ujung Rusi, Karang Jati dan Warureja di Tegal, Sewaka dan Beji di Pemalang, Bojong di Pekalongan, Kandeman di Batang serta pintu keluar tol Gringsing di Kendal atau Weleri. Pemudik diharapkan lebih berhati-hati melintasi pintu keluar ini mengingat kondisinya masih bersifat darurat.
ISI BENSIN CUKUP
Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga, Agus Setiawan mengingatkan, para pemudik yang melintasi tol darurat Brebes hingga Weleri sebaiknya membawa bekal dan bahan bakar yang cukup. Sebab di jalan sepanjang lebih dari 100 kilometer ini masih sangat minim fasilitas. Apalagi SPBU belum ada. “Tolong tangki bensin diisi penuh sebelum lewat jalan tersebut,” katanya.
Selain itu jalan tol ini juga masih minim petunjuk jalan sehingga sangat rawan kecelakaan jika pengemudi memacu kendaraan. Untuk itu pemudik diminta segera beristirahat jika kondisi sudah terlalu mengantuk. (joh)