Thursday, April 03, 2025
Home > Featured > Penderita Obesitas 230 Kg di Jaktim Dievakuasi Petugas Gabungan ke Rumah Sakit

Penderita Obesitas 230 Kg di Jaktim Dievakuasi Petugas Gabungan ke Rumah Sakit

Seorang pemuda penderita obesitas dengan bobot mencapai 230 kg dievakuasi petugas gabungan dari rumahnya di Kecamatan Cipayung ke rumah sakit.

Mimbar-Rakyat.com) (Jakarta) – Petugas gabungan mengevakuasi seorang pemuda pengidap obesitas Ahmad Juwanto (19) dengan berat badan 230 kilogram (kg) dari rumahnya di Jalan SMP 160 Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, ke Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa, Kamis (6/7).

Lurah Ceger Suratno mengatakan petugas gabungan yang terlibat mengevakuasi Juwanto itu berasal dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Dinkes DKI Jakarta, Satpol PP, dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

“Alhamdulillah berlangsung dengan baik tadi. Sudah kita evakuasi. Ada sedikit kendala juga karena terdapat masalah di lengan kiri tidak bisa digerakkan,” kata Suratno seperti dikutip dari Antara.

Sebelum dilakukan evakuasi, Juwanto terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan tensi darah oleh petugas puskesmas setempat di rumahnya itu. Tensi yang terpantau cukup tinggi, diduga karena rasa cemas yang dialami Juwanto.

“Hasilnya agak tinggi karena mungkin banyak orang, sekitar 174/120. Namun, sehari sebelumnya kita cek normal, mungkin karena efek cemas Juwanto,” ucapnya.

Terkait pembiayaan perawatan, pihak kelurahan pun juga belum bisa memastikan sepenuhnya ditanggung pemerintah atau tidak. Namun, Suratno mengatakan akan berupaya untuk mengajukan permohonan tersebut.

“Kita belum tahu, tapi kita upayakan ke sana, tadi kata dokter sudah mengajukan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) perihal BPJS Kesehatan akan kita upayakan,” katanya.

Salah satu petugas Gulkarmat Jaktim Sektor Cipayung, Supana mengatakan, pihaknya menerjunkan delapan orang personel untuk proses evakuasi Juwanto ke rumah sakit.

“Alhamdulillah kita tadi dibantu oleh pihak kelurahan, Dinkes, BPBD DKI dan Satpol PP untuk evakuasi Juwanto. Evakuasi pun berjalan lancar,” katanya.

“Kesulitan pasti ada. Kami menggunakan tandu, namun keluar dari rumah agak sempit, sehingga tandunya harus didorong untuk keluar dari pintu rumah. Kemudian, kita pindahkan ke ambulans milik Dinkes DKI dan dibawa ke rumah sakit,” kata Supana.

Dokter penyakit dalam hingga spesialis gizi
Sementara itu pihak RSU Adhyaksa menyiapkan sejumlah dokter spesialis untuk mengawal perawatan medis Juwanto.

“Kami hari ini sudah menerima rujukan pasien obesitas dari Puskesmas Kecamatan Cipayung. Kami akan mengobservasi pasien tersebut,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Adhyaksa, dr Ani Barkah.

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga mengevaluasi tim dokter yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasien.

“Untuk saat ini memang sudah ada dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis gizi. Namun, nanti akan disesuaikan lagi dan kami saat ini tengah melakukan observasi lagi dan dokter spesialis apa yang akan dibutuhkan oleh pasien tersebut,” kata Ani.

Ia mengatakan, oleh karena pasien baru datang maka hasil observasi tidak bisa langsung disimpulkan dan memakan waktu.

“Jadi, mungkin nantinya, kami akan menyesuaikan sesuai kebutuhan pasien,” kata Ani.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya fokus kepada kontrol dan penurunan berat badan pasien.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam RSU Adhyaksa dr Heryanto Sp PD, mengatakan, pihaknya juga masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan para dokter, untuk kemudian bisa diambil langkah tindak lanjutan.

“Hasil laboratorium itu cepat, tapi selanjutnya kebutuhan lain dirawat hingga kapan atau tidaknya dirawat itu tinggal menunggu dari tim dokternya,” kata Heryanto kepda Antarnews.com dikutip CNNIndonesia.com

Juwanto diketahui mengalami obesitas sejak SD hingga beranjak remaja.

“Sejak umur 10 tahun mulai obesitas. Waktu itu masih bisa beraktivitas sampai umur 17 tahun. Naik drastis (berat badan) umur 18 tahun,” kata Juwanto di kediamannya, Rabu (6/7).

Bobot tubuhnya sekarang membuat Juwanto tidak memungkinkan untuk berjalan, sehingga seluruh waktunya dihabiskan dengan berbaring dan duduk di ruang tamu rumah. Keterbatasan ekonomi pihak keluarga dan obesitas diderita juga membuat Juwanto terpaksa putus sekolah.(ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru