MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Waspadalah bila bila ada orang atau bahkan Anda sendiri tiba-tiba tertawa sementara orang di sekitar kita tidak ada yang tertawa, karena ini merupakan salah satu tanda seseorang diserang penyakit alzheimer alias pikun.
Penyakit alzheimer adalah jenis demensia paling umum yang awalnya ditandai melemahnya daya ingat, hingga gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, dan berbahasa.
Pada penderita alzheimer, gejalanya berkembang secara perlahan-lahan seiring waktu. Misalnya diawali dengan sebatas lupa soal isi percakapan yang baru saja dibincangkan atau lupa dengan nama obyek dan tempat, tapi bisa berkembang menjadi disorientasi dan perubahan perilaku.
Perubahan perilaku dalam hal ini seperti menjadi agresif, penuntut, dan mudah curiga terhadap orang lain. Bahkan jika penyakit Alzheimer sudah mencapai tingkat parah, penderita dapat mengalami halusinasi, bermasalah dalam berbicara dan berbahasa, serta tidak mampu melakukan aktivitas tanpa dibantu orang lain.
Nah, kendati tertawa mungkin merupakan obat terbaik bagi kesehatan Anda, tapi tertawa di situasi yang kebanyakan orang tidak melakukannya justru tidak bagus, karena bisa menjadi tanda munculnya penyakit alzheimer, demikian tertuang dalam Journal of Alzheimer’s Disease.
Para peneliti dari Universitas College London (UCL) di Inggris, seperti disiarkan antaranews, Rabu, mempelajari sekitar 48 orang yang mengalami alzheimer dan FTD (demensia frontemporal, yakni gangguan pada lobus frontal dan temporal otak), yakni wilayah yang terkait dengan kepribadian dan perilaku) serta, 21 individu sehat.
Mereka meminta para partisipan ini mengisi kuesioner tentang rasa humor mereka dalam 15 tahun terakhir.
Hasil studi menemukan, dibandingkan individu yang sehat, mereka yang mengalami FTD cenderung bangkit rasa humornya di situasi tidak biasa, termasuk tertawa pada sesuatu yang kebanyakan orang normal tidak melakukannya.
Sebagai contoh, disebutkan, orang yang tertawa pada kejadian tragis yang dialami atau tertawa saat mendengar anjing menggonggong, dapat disebut sebagai gejala awal alzheimer. Mereka juga lebih menyukai humor canda kasar dibandingkan sindiran halus.
Baca juga : inilah-10-gejala-alzheimer
Baca juga : inilah-8-cara-pencegahan-alzheimer
Para penderita alzheimer, seperti dilaporkan para peneliti, merasakan perubahan dalam rasa humor ini sekitar sembilan bulan sebelum gejala lain penyakitnya itu muncul. Ini menunjukkan, perubahan rasa humor bisa menjadi tanda awal gejala FTD dan Alzheimer.
Seperti diutarakan Dr. Camilia Clark dalam Medical News Today, humor bisa bisa menjadi cara untuk mendeteksi demensia, karena berhubungan dengan berbagai aspek fungsi otak, di antaranya memecahkan masalah, emosi dan kewaspadaan.
Meski penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, seperti dilansir alodokter.com, para ahli percaya bahwa penyakit Alzheimer pada umumnya terjadi akibat meningkatnya produksi protein dan khususnya penumpukan protein beta-amyloid di dalam otak yang menyebabkan kematian sel saraf.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit alzheimer, di antaranya adalah pertambahan usia, cidera parah di kepala, riwayat kesehatan keluarga atau genetika, dan gaya hidup.
Penyakit alzheimer rentan diidap oleh orang-orang yang telah berusia di atas 65 tahun dan sebanyak 16 persen diidap oleh mereka yang usianya di atas 80 tahun.
Tapi disebutkan pula bahwa penyakit yang menjangkiti lebih banyak wanita ketimbang laki-laki ini juga dapat dialami orang berusia antara 40 hingga 65 tahun. (arl)