MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Masyarakat di Kabupaten Garut dikejutkan oleh adanya sekelompok orang yang meminta ijin salat menghadap ke arah timur.
Kelompok tersebut berada di Kampung Tegal Gede Kecamatan Pakenjeng dan tokoh kelompok tersebut, Wawan Setiawan, mengaku dirinya sebagai jendral negara Islam Indonesia (NII) dan melayangkan surat ke kantor desa, yang isi suratnya minta ijin untuk melakukan salat menghadap timur.
Bupati Garut H. Rudy Gunawan usai apel di lapangan Setda Garut, Senin membenarkan, di Garut ada gerakan yang ingin mengubah arah kiblat shalat, namun Bupati menegaskan tidak ada pejabat Pemkab Garut yang terlibat dalam kelompok tersebut.
Bupati Garut menyatakan, ia pernah berkunjung ke Tegalgede untuk melihat langsung kelompok itu dan ia menyatakan jumlah mereka hanya sembilan orang.
Bupati menambahkan, pihaknya tetap akan memperhatikan gerakan tersebut, walau sekecil apa pun, terutama yang menyangkut penistaan agama dan makar.
Bupti juga menyatakan keinginannya, agar pengikut kelompok tetsebut dilakukan tes kejiwaan.
Menurut Bupati, kelompok itu adalah pengikut Sensen Komara, yang kini masih berada di penjara karena menyebarkan aliran sesat. Bupati menegaskan, sekecil apa pun yang melenceng dari Islam, akan disikapi sebagai aliran sesat melalui MUI. (Yat R/KB)
Sholat harus benar menghadap kiblat ke arah Mekkah ke barat. Jangan ke timur. Sholat ke arah timur itu sangat salah sekali. Ini tidak wajar. Itu ada panduannya tentang bagaimana sholat yang benar. Salam.