Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) Limbah medis ditemukan berserakan di TPSA Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Kabupaten Kuningan, pada Selasa, (27/4/2021).
Di masa pandemi Covid-19, seperti ini limbah medis yang merupakan APD atau alat pelindung diri yang meliputi : masker medis, sarungtangan, hazmat, jas hujan dan face shield, telah mencemari TPSA Ciniru.
Tak hanya itu, saat penelusuran ditemukan bekas bungkus obat, dan bekas kantong infus, yang bercampur dengan sampah rumah tangga. Beberapa pemulung yang tengah memilah sampah mengakui adanya limbah medis yang dibuang di TPSA Ciniru. “Iya banyak yang buang ke sini, ada infusan, sarung tangan, masker, bungkus obat, dan jarum suntik juga ada,”ujar Saniah, (60 tahun).
Ia menuturkan sepekan terdapat tiga truk pengangkut limbah medis B3 untuk dibuang ke TPSA Ciniru.”Kalau datang masih dalam bungkusan besar dan itu langsung jadi rebutan karena kalau dijual lagi harganya lumayan,”ungkapnya.
Tak hanya itu, akibat limbah medis yang dibuang ke TPSA Ciniru, mengakibatkan pemulung tertusuk jarum suntik. “Ia pernah ada yang kena jarum suntik, kakinya langsung bengkak, parah. Jadi sekarang mah kalau ada jarum suntik ga pernah diambil takut soalnya,”jelasnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh pemulung lainnya, saat ditanya mengenai pembuangan masker, Agus mengatakan semua sampah yang ada di Kabupaten Kuningan berakhir di TPSA Ciniru. “Yang namanya TPSA semua sampah dibuang ya kesini buangnya,”ujarnya
Di lain pihak, Salahsatu Petugas TPSA Ciniru, Shala, menjelaskan untuk penanganan limbah medis dilimpahkan kepada pihak rumah sakit. “Memang kalau sampah dari rumah sakit diambil, tapi yang bukan medis, sedangkan yang medisnya kita sudah himbau jangan sampai dibuang ke sini,”ujarnya.
Ia pun menegaskan pemilahan sampah medis berasal dari rumah sakit dan di TPSA Ciniru dengan seluas 5,5 hektare, tidak mengangkut limbah medis B3. “Tapi saya juga tidak tahu, kalau memang ada banyak limbah medis yang dibuang ke TPSA Ciniru,”terangnya. (Dien)