Thursday, April 03, 2025
Home > Berita > Tanda awal autisme pada bayi

Tanda awal autisme pada bayi

Ilustrasi - Tanda bayi autisme. (motherandbabyindonesia)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Autisme merupakan gangguan perkembangan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku, sedangkan penyebab pasti dari autisme sampai saat ini masih dalam penelitian para ahli.

Tanda atau gejala awal autisme pada bayi lebih sering diabaikan tanpa disadari oleh orangtua apalagi tanda dan gejala awal ini biasanya muncul pada tiga tahun pertama usia anak, umumnya mulai usia 21/2 tahun hingga empat tahun.

Sebenarnya deteksi dini tanda dan gejala autisme berguna sebagai langkah positif pertama untuk menemukan solusi tepat bagi anak dan tanda dini autisme pada anak itu.

Tapi tanda dan gejala awal autisme pada bayi dapat diamati sejak dini yakni pada usia enam sampai 18 bulan. Bila ini dapat diamati, maka si bayi dapat segera ditangani dengan bantuan evaluasi klinis.

Melakukan pemantauan kecepatan perkembangan bayi terhadap tahap perkembangan yang normal merupakan salah satu langkah awal yang baik.

Beberapa indikasi bayi yang normal di antaranya adalah tersenyum, rileks saat digendong, melakukan kontak mata, membuat gerakan sugestif untuk membantu, bergumam atau mengoceh sendiri, tertawa, dan lainnya.

Namun jangan khawatir, bila ada beberapa indikasi di atas yang tidak didapati pada bayi, bukan berarti bayi Anda langsung divonis mengalami autisme. Harus ada pemeriksaan selanjutnya.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala awal autisme pada bayi seperti dilansir dari laman amazine.co.

1. Ekspresi

Kurang atau tidak adanya ekspresi bayi terhadap orangtua, pengasuh, maupun saudara dekatnya, merupakan tanda awal autisme pada bayi.

Usia 6 bulan pertama

Beberapa tandanya adalah bayi tidak tersenyum selama usia enam bulan pertama.

Usia 12 bulan pertama

Bayi tidak menggunakan gestur/gerak tubuh, mengoceh, atau menunjuk ke arah orang-orang atau benda-benda yang dikenal, dan tidak pernah mengeluarkan atau menggunakan satu kata pun selama usia 12 bulan pertama.

Usia 2 tahun pertama

Bayi tidak pernah mengucapkan dua frase kata pada usia 2 tahun pertama.

Bersama dengan kurangnya ekspresi wajah, bisa pula muncul perilaku obsesif terhadap hal-hal tertentu, perubahan mendadak dalam kontak mata dan ekspresi wajah.

2. Pengulangan Perilaku (Repetitiveness)

Karakteristik fisik umum dari bayi dengan autisme adalah pengulangan perilaku.

Anak-anak dengan autisme biasa menggunakan beberapa pola, warna, dan melakukan hal yang relatif sama.

Inilah alasan mengapa mereka mengembangkan keterikatan dengan hal-hal tertentu dan menginginkannya dengan cara tertentu.

Bila keinginannya ditolak, mereka menjadi gelisah dan sangat rewel.

Beberapa tanda pengulangan perilaku fisik diantaranya adalah menggoyang-goyangkan tubuh selama berjam-jam, mengepakkan lengan, dan lainnya.

Pengamatan melekat terhadap karakteristik fisik  terbukti sangat membantu untuk menegakkan diagnosa.

3. Kepekaan (Sensitivitas)

Bayi dengan autisme bisa mengalami ketidakseimbangan tertentu pada panca indera mereka.

Sebagai contoh, beberapa bayi bisa ditenangkan ketika pipi atau kepala mereka dibelai atau ditepuk perlahan terus menerus, sementara beberapa bayi lainnya tidak suka disentuh sama sekali.

Beberapa bayi sangat sensitif terhadap suara dan merasa terganggu karenanya.

Ada pula bayi yang merasa sangat terganggu dan menjadi rewel ketika mereka melihat pola warna atau mencium bau tertentu.

Tingkat sensitivitas ini bervariasi menurut tingkat keparahan gangguan autisme pada masing-masing bayi.

4. Kemunduran Kemampuan

Ketika seorang anak didiagnosis dengan autisme ringan atau autisme parah, terkadang orangtua mereka mengklaim bahwa anaknya tidak menunjukkan tanda-tanda autisme pada masa bayi.

Baca juga: Autisme, apa itu?

Mungkin saja sebenarnya ada gejala awal dari autisme pada bayi yang muncul tanpa disadari oleh orang tua.

Gejala autisme yang berbahaya termasuk diantaranya adalah kehilangan kemampuan mengartikulasikan dan memahami arti dari kata-kata tertentu dan ‘menarik diri’ sepenuhnya dari semua interaksi sosial.

Seringkali anak-anak akan berhenti bicara dan mulai hidup di dalam dunia mereka sendiri. (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru