Mimbar-Rakyat.com (Yerusalem) – Tentara Israel telah melakukan penggerebekan di desa-desa Palestina di dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki, menyusul kematian seorang pemukim Israel yang diduga ditembak di daerah tersebut.
Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada hari Selasa di jalan utama di dekat pos penjagaan ilegal Israel, di Havat Gilad, di mana pemukim berusia 35 tahun yang seorang rabi itu bermukim. Demikian dilaporkan Al Jazeera.
Menurut media Israel, korban meninggal akibat luka-lukanya, di sebuah rumah sakit di dekat Tel Aviv.
Harry Fawcett dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem, mengatakan bahwa tentara Israel mendeklarasikan daerah tersebut di barat daya Nablus sebuah zona militer dan menyerbu desa-desa Palestina di Tell and Sarra.
Ada laporan bentrokan di desa-desa, kata Fawcett, dan pemukim Israel terlihat melemparkan batu ke arah mobil-mobil Palestina.
“Setelah beberapa konfrontasi, pasukan Israel kemudian mundur diri pintu masuk desa-desa Palestina tersebut,” kata Fawcett.
“Mereka juga pergi ke lingkungan Palestina di sebelah barat Nablus, menyita kamera keamanan – juga ada banyak konfrontasi dengan orang-orang Palestina di sana,” tambahnya.
Tentara Israel mengatakan bahwa tentara sedang mencari terangka di daerah Nablus karena diduga sebagai penembak atau penembak.
Didirikan pada tahun 2002, pos penjagaan Havat Gilad dianggap ilegal menurut hukum Israel dan internasional.
Permukiman Israel melanggar Konvensi Jenewa Keempat, yang menyatakan bahwa kekuasaan pendudukan tidak dapat memindahkan penduduknya ke wilayah yang didudukinya.
Fawcett mengatakan ada sejumlah permukiman ilegal dan pos terdepan di daerah sekitar Nablus, sebuah kota besar di Tepi Barat yang diduduki.
“Jadi telah lama menjadi pusat ketegangan antara warga Palestina dan pemukim Israel,” katanya.
“Mendeklarasikan wilayah tersebut pada sebuah zona militer pada dasarnya berarti tentara Israel telah memperkuat posisinya di sekitar sana, dan dapat menampung dan membangun pos pemeriksaan dengan sangat mudah.”
Hamas, di Jalur Gaza, menyambut baik penembakan tersebut. “Operasi di Nablus adalah tanggapan bersenjata pertama yang mengingatkan para pemimpin musuh dan mereka yang berada di belakangnya,” kata sumber sayap bersenjata dalam sebuah pernyataan.***(janet)