MIMBAR-RAKYAT.Com (Lampung) – Sungguh tragis perjalanan hidup bapak 2 anak Parsono, 50. Setelah jatuh miskin karena usahanya bangkrut, sang istri yang dicintainya mintai cerai.
Akibat tak kuat memeikirkan nasib, Parsono mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya, di Desa Pandan Sari Selatan, Pringsewu, Lampung, pada Minggu (19/3) pagi.
Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya Dian, 21, yang mau mengantarkan makanan sekitar pukul 07:00. Pada saat Dian memanggil-manggil ayahnya, sambil membawa sarapan, ternyata tidak ada sahutan.
Akhirnya Dian memanggil suaminya untuk mendobrak pintu belakang dan saat itulah Dian melihat ayahnya tergantung di pintu kamar dalam kondisi sudah tak bernyawa.
“Ayah saya lehernya terlilit tali tambang warna biru dan lidah menjulur tergigit,” katanya sambil menangis.
Dian lalu meminta tolong warga melapor ke Polsek Sukoharjo. “Ayah saya tadinya usahanya maju yakni jual beli hasil bumi tapi belakangan kena tipu lalu bangkrut,” jelasnya.
“Karena jatuh miskin, ibu saya lalu minta cerai, kira-kira baru satu minggu ini bercerainya,” tambahnya.
Karena itu, Parsono tinggal sendirian di rumah, karena anak lelakinya juga sudah berkeluarga dan lain desa.
Sedangkan Dia karena rumahnya tidak terlalu jauh, setiap pagi mengantarkan makanan utuk ayahnya.
“Saya tak menyangka ayah saya akan senekat itu mengahiri hidup, mungkin sudah terlalu sedih memikirkan nasib,” ratap Dian. Sedangkan ibunya kini ikut anak lelakinya di lain desa.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih membenarkan adanya laporan warga yang tewas bunuh diri karena masalah keluarga. “Polisi masih menyelidiki kasusnya,” katanya. (joh)