Mimbar-Rakyat.com (Yogyakarta) – Hujan abu vulkanik mengguyur sejumlah wilayah di sekitar DI Yogyakarta dan Jawa Tengah usai Gunung Merapi meletus pada Jumat (1/12) malam.
“Pascakejadian awan panas guguran dilaporkan warga merapi terjadi hujan abu tipis,” tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
BPPTKG menjelaskan, hujan abu tipis ini turun di Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Tepatnya di Jrakah, Lapangan Senet, dan Sumber.
Hal serupa juga terjadi di wilayah Desa Wonolelo, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. BPPTKG turut mengunggah beberapa foto abu vulkanik tipis yang menempel di kendaraan maupun pakaian.
Gunung Merapi Muntahkan 16 Kali Guguran Lava Sejauh 1,5 Kilometer
Sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di wilayah perbatasan DIY dan Jawa Tengah dilaporkan dua kali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat (1/12) malam.
BPPTKG melaporkan awan panas guguran pertama muncul pada pukul 19.27 WIB. Jarak luncurnya tercatat sejauh 2 ribu meter.
“Amplitudo max 41 mm mengarah ke Sungai Bebeng,” tulis Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dalam keterangannya, Jumat petang.
Sementara kejadian awan panas guguran kedua tercatat pada pukul 19.47 WIB. Terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 42 mm dan durasi 132 detik dengan jarak luncur 1.200 meter ke arah Sungai Boyong.
INFO BPPTKG: Paska kejadian awan panas guguran dilaporkan Warga Merapi terjadi hujan abu tipis di wilayah kecamtan Selo, meliputi ; Jrakah, Lapangan Senet, Sumber dan wilayah Kec. Sawangan di Wonolelo. pic.twitter.com/bOMdwCCqWW— BPPTKG (@BPPTKG) December 1, 2023
BPPTKG sejauh ini masih mempertahankan status Siaga atau Level III Gunung Merapi yang ditetapkan sejak November 2020 lalu.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran di beberapa titik. Yakni, di Kali Woro sejauh 3 km dari puncak dan Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak.
Berdasarkan pemodelan kedua kubah lava tersebut, BPPTKG menentukan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Bebeng, dan Krasak sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.
Sedangkan bila terjadi letusan eksplosif, lontaran abu vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam zona bahaya dan mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik. (ds/sumber CNNIndonesia.com)