MIMBAR-RALYAT.com (Mataram) – Warga permukiman di sekitar Gunung Sangiang Api pada radius delapan kilometer, diimbau tidak keluar rumah karena abu vulkanik dan awan panas masih menyelimuti kawasan tersebut sebagai dampak dari erupsi gunung tersebut.
“Kalau terpaksa harus keluar rumah, diminta untuk menggunakan masker,” kata Kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Wedha Magma Ardhi kepada media Minggu malam.
Ardhi tengah berada di Kabupaten Bima, guna menghadiri rapat koordinasi terpadu dengan Pemerintah Kabupaten Bima dan pihak terkait lainnya, sehubungan dengan penanggulangan dampak erusi Gunung Sangiang Api.
Ia mengatakan, aktivitas Gunung Sangiang Api yang terrletak di Pulau Sangiang, Kabupaten Bima, NTB, masih terus meningkat.
Pada Sabtu (31/5) terjadi dua kali letusan yang cukup besar yaitu pukul 01.30 Wita dan 10.42 Wita.
Kondisi di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Daerah terdekat dari Gunung Sangiang Api itu, gelap tertutup abu vulkanik.
Abu vulkanik juga dilaporkan menyebar hingga wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, dan Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masyarakat di Kecamatan Wera sempat evakuasi ke bukit-bukit, dan jumlahnya sebanyak 135 orang, yang sedang berkebun di Pulau Sangiang. Mereka dievakuasi dari areal perladangan ke Sangiang Darat.
Tidak ada korban jiwa, namun pengungsi tercatat sebanyak 1.748 KK atau 7.328 jiwa, dari 4 desa yang berjarak delapan kilometer dari Gunung Sangiang Api, yaitu Desa Sangiang, Oitoi, Tadewa, dan Langgasolo.
“Keempat desa itu terkena hujan abu vulkanik yang cukup parah. Daerah lain di Bima juga terkena hujan abu adalah Kecamatan Sape, Ambalawi dan Kota Bima,” ujarnya.
Menurut Ardhi, BPBD Bima dan BPBD NTB telah mendistribusikan sebanyak 15.200 lembar masker kepada masyarakat Bima.
Namun, jumlah masker itu dianggap masih kurang, sementara persediaan masker di apotik dilaporkan telah habis sehingga dibutuhkan bantuan dari luar.
“Masyarakat dihimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, dan disarankan menggunakan masker jika berada di luar rumah,” ujarnya.
Sejauh ini, BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, SKPD dan Orari telah melakukan penanganan darurat. (KB)